http://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/maqosid/issue/feed Maqosid: Jurnal Studi Keislaman dan Hukum Ekonomi Syariah 2017-09-20T12:09:58+07:00 Maqosid maqosidpancor@gmail.com Open Journal Systems <p>Maqosid (P-ISSN: 2088-6357),&nbsp;Jurnal Keislaman dan Hukum&nbsp;Ekonomi Shariah&nbsp;&nbsp;yang dikelola oleh Jurusan Hukum Ekonomi Shariah (HES) IAI Hamzanwadi NW Pancor sejak tahun 2011. Jurnal ini fokus mengkaji dan mempublikasikan masalah-masalah keislaman dan Hukum Ekonomi Shariah. Baik itu studi kepustakaan, maupun studi lapangan.&nbsp;Selain itu, jurnal ini bertujuan mempromosikan berbagai isu dan beragam kajian mengenai beberapa topik, seperti, al-Qur'an dan Hukum Ekonomi Shariah, Hadith dan Hukum Ekonomi Shariah, Hukum Islam dan Perkembangan Ekonomi di Masyarakat Islam, Kebudayaan dan Filosofi dalam Hukum Ekonomi Shariah.&nbsp;Adapun semua tulisan yang masuk dianalisis dengan skema&nbsp;double-blind review process</p> http://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/maqosid/article/view/2 EMANSIPASI WANITA DI ERA GLOBALISASI DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM 2017-05-24T05:37:33+07:00 Hamdi Hapma hamdihapma@jurnal.iaihnwpancor.ac.id <p><span lang="EN-US" style="margin: 0px; line-height: 115%; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">Kesetaraan gender </span><span style="margin: 0px; line-height: 115%; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">dan kepimimpinan perempuan </span><span lang="EN-US" style="margin: 0px; line-height: 115%; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">adalah salah satu isu </span><span style="margin: 0px; line-height: 115%; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">hangat yang dibicarakan masyarakat saat ini</span><span lang="EN-US" style="margin: 0px; line-height: 115%; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">. </span><span style="margin: 0px; line-height: 115%; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">Terkait dengan hal ini, </span><span lang="EN-US" style="margin: 0px; line-height: 115%; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">kepemimpinan perempuan </span><span style="margin: 0px; line-height: 115%; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">sendiri telah </span><span lang="EN-US" style="margin: 0px; line-height: 115%; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">menjadi isu publik yang selalu diperbincangkan, dan telah memancing polemik pro dan kontra terhadap </span><span style="margin: 0px; line-height: 115%; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">keabsahan </span><span lang="EN-US" style="margin: 0px; line-height: 115%; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">perempuan </span><span style="margin: 0px; line-height: 115%; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">sebagai seorang pemimpin. </span><span lang="EN-US" style="margin: 0px; line-height: 115%; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">Baik dalam </span><span style="margin: 0px; line-height: 115%; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">konteks </span><span lang="EN-US" style="margin: 0px; line-height: 115%; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">Nega</span><span style="margin: 0px; line-height: 115%; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">ra, sosial, dan&nbsp; Agama. </span><span lang="EN-US" style="margin: 0px; line-height: 115%; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">Kenyataan perempuan belum </span><span style="margin: 0px; line-height: 115%; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">memiliki kesempatan dalam konteks kenegaraan. Bahkan dalam masalah keleluasaan atas peran sosial dan keagamaan adalah masih sebagai pandangan yang lumrah pada dekade ini</span><span lang="EN-US" style="margin: 0px; line-height: 115%; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">. </span><span style="margin: 0px; line-height: 115%; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">Kenyataan ini menjadi kontradiksi dari </span><span lang="EN-US" style="margin: 0px; line-height: 115%; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">peluang yang diberikan Negara </span><span style="margin: 0px; line-height: 115%; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">yang </span><span lang="EN-US" style="margin: 0px; line-height: 115%; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">begitu luas</span><span style="margin: 0px; line-height: 115%; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;"> terhadap perempuan</span><span lang="EN-US" style="margin: 0px; line-height: 115%; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">. </span><span style="margin: 0px; line-height: 115%; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">Seperti yang terungkap </span><span lang="EN-US" style="margin: 0px; line-height: 115%; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 27</span><span style="margin: 0px; line-height: 115%; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">. Dengan pernyataan bahwa </span><span lang="EN-US" style="margin: 0px; line-height: 115%; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">Negara tidak mentolerir adanya diskrimasi dan perlakuan yang berbeda bagi laki-laki dan perempuan.</span><span style="margin: 0px; line-height: 115%; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;"> Dengan kata lain, Negara memberikan konvensi hak-hak sosial dan politik yang sama untuk mewujudkan kondisi dan posisinya sebagai sumber daya insani pembangunan yang berguna bagi kepentingan masyarakat pada era globalisasi saat ini. </span><span style="margin: 0px; line-height: 115%; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">Dalam wilayah sosio religius, permasalahan hak perempuan tersebut adalah salah satu permasalahan yang menjadi inti kajian sebuah agama. Oleh Islam, kajian ini kemudian erat hubunganya dengan masalah-masalah stratifikasi sosial antara laki-laki dan perempuan dalam Hukum Islam. Atau yang lebih dikenal banyak Muslim dengan Shariah dan Fikih.</span></p> 2017-05-24T05:36:25+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/maqosid/article/view/4 TELAAH KRITIS ATAS PEMIKIRAN GERAKAN GENDER VERSUS REALITAS GENDER DALAM PANDANGAN FIQIH 2017-05-24T06:23:28+07:00 Matlaul Irfan matlaulirfan@jurnal.iaihnwpancor.ac.id <p><span lang="EN-US" style="margin: 0px; line-height: 115%; font-family: 'Garamond','serif'; font-size: 12pt;">Beberapa Hukum Islam yang sudah berjalan selama berabad-abad&nbsp; dan suduah menjadi kesepakatan semua mazhab dan ijma’ para ulama akhir-akhir ini seprtinya sedang menghadapi uji coba untuk ditinjau ulang. Sejumlah sarjana modern yang menyebut diri sebagai penyelaras agama dengan konteks kekinian bermunculan dengan tema rekonstruksi hokum Islam mulai menggugah beberapa hukum Fiqih Islam tersebut. Atas nama keadilan, kesejajaran gender, kesamaan hak, anti diskriminasi dan marjinalisasi adalah nilai-nilai yang diangkat sebgai ruh propaganda dalam melakukan kampanye kritik beberapa hukum Fiqih Islam yang sudah mapan berjalan di kalangan umat Islam sejak berabad-abad. Beberapa teks al Qur’an yang disepakati qath’i oleh para ulamapun mulai digugat menjadi sesuatu yang bukan qath’i lagi sebagai hal yang masih dapat diperdebatkan kembali. Bagi mereka, semua teks tidak ada yang qath’i karena seluruh teks al Qur’an dan hadis masih dapat ditafsir ulang sesuai dengan prinsif keadilan yang logis. Prinsif keadilan Tuhan yang dimaknai menurut mereka yang tertuang dalam kehidupan nyata yang anti diskriminasi itu harus diselaraskan sesuai akal dan logika, dalam hal ini Islam tidak lagi bermakna penyerahan diri, dan iman tidak lagi sebagai keyakinan total terhadap semua hukum Tuhan yang diturunkan kepada manusia.</span></p> 2017-05-24T06:23:27+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/maqosid/article/view/5 TINDAK PIDANA KORUPSI (KAJIAN NORMATIF HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM) 2017-05-24T06:49:54+07:00 Hijri Samsuri hijrisamsuri@jurnal.iaihnwpancor.ac.id <p>Korupsi, istilah tersebut kini menjadi populer di tengah masayarakat karena setiap saat media cetak, media elektronik baik lokal maupun nasional memberitakan kasus-kasus korupsi. Korupsi telah menjadi isu dan persoalan hampir seluruh Negara-negara di dunia, baik Negara miskin atau Negara kaya tak terhindar dari persoalan korupsi. Karena dinilai sebagai persoalan serius oleh dunia internasional, maka diadakan forum dunia yang khusus membahas upaya-upaya pencagahan dan pemberantasan korupsi yang dikenal dengan “Konferensi Internasional Anti korupsi (International Anti Corrution Conference) yang pertama kali dilaksanakan di Amerika Serikat pada tanggal 5-14 Oktober 1983”. Secara reguler Konferensi Internasional Anti korupsi (International Anti Corrution Conference) terus dilaksanakan setiap 2 tahun sekali di Negara-negara yang berbeda. Indonesia secara normatif telah mengatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan upaya-upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi, bahkan secara khusus telah terbentuk lembaga yang menangani persolan korupsi yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selaras dengan itu, Islam sebagai agama yang menjunjung kejujuran juga mencela perbuatan korupsi walaupun secara jelas tidak di sebutkan istilah korupsi tersebut namun beberapa Surat dalam Al-Quran dan Hadist menyebutkan perbuatan yang terdapat unsur-unsur korupsi. Setidaknya ada 4 istilah yang dikenal dalam Islam untuk menyebut korupsi, Yaitu risywah (suap), saraqah (pencurian) al gasysy (penipuan) dan khianat (penghianatan).</p> 2017-05-24T06:49:54+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/maqosid/article/view/7 ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN PENGGAJIAN KARYAWAN PADA PT. BPR SEGARA ANAK KENCANA AIKMEL 2017-05-25T00:40:11+07:00 Ahmad Busyairi alfaatihnamaku@gmail.com <p><span lang="EN-US" style="margin: 0px; line-height: 115%; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan Sistem Pengendalian Intern Penggajian Karyawan pada PT. BPR Segara Anak Kencana Aikmel Lombok Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara dengan mengajukan daftar pertanyaan mengenai elemen-elemen unsur sistem pengendalian intern penggaian kepada pihak pelaksana penggajain karyawan di PT. BPR Segara Anak Kencana. Baik tidaknya pengendalian intern penggajian karyawan&nbsp; pada PT. BPR Segara Anak Kencana Aikmel dapat dilihat dalam jawaban atas analisis dokumen sistem pengendalian intern penggajian karyawan. Berdasarkan jawaban yang diperoleh atas pertanyaan yang diajukan kepada PT. BPR Segara Anak Kencana dalam hal penerapan sistem pengendalian intern penggajian termasuk dalam kategori memadai, karena hasil penghitungan berada pada interval 80,00%-89,00%. Keadaan ini menceminkan Sitem Pengendalian intern Penggajian karyawan pada PT. BPR Segara Anak Kencana sudah berjalan dengan baik. Artinya sudah ada pemisahan tugas dan tanggung jawab dalam struktur organisasinya, sistem otorisasi dan prosedur pencatatan yang baik, dan praktik yang sehat dalam melaksanakan fungsi tiap unit organisasi.</span></p> 2017-05-25T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/maqosid/article/view/16 HUKUM JUAL BELI HARTA WAKAF DALAM PERSFEKTIF EMPAT IMAM MADZHAB (IMAM MALIKI, IMAM HANAFI, IMAM SHAFI’I DAN IMAM HAMBALI) 2017-09-20T07:44:31+07:00 Ayudin Ayudin ayudin@gmail.com <p><span lang="EN-US" style="margin: 0px; font-family: 'Californian FB','serif';"><span style="font-size: medium;">Islam merupakan agama penyempurna</span><span style="font-size: medium;">&nbsp; </span><span style="font-size: medium;">dari semua agama samawi yang telah diturunkan oleh Allah SWT melalui para Rasul Nya. Islam merupakan agama yang di dalam ajarannya mengajarkan manusia tata cara melaksanakan tugas yang diemban sebagai kahalifah dimuka bumi ini. Agama Islam mengajarkan bahwa bumi dan segala isinya ini merupakan ciptan Allah SWT yang diberikan kepada manusia untuk dipergunakan dengan sebaik-baiknya bagi kesejahteran bersama dalam hidup bermasyarakat.</span></span></p> <p><span lang="EN-US" style="margin: 0px; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">Untuk mencapai tujuan yang sangat mulia ini ajaran dalam agama Islam terbagi menjadi tiga komponen utama dan merupakan dasar dari kehidupan manusia dalam hidup sehari-hari yaitu meliputi komponen Akidah, Akhlak dan S</span><span style="margin: 0px; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">h</span><span lang="EN-US" style="margin: 0px; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">ariah. </span><span style="margin: 0px; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">D</span><span lang="EN-US" style="margin: 0px; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">ua komponen yang pertama yaitu</span><span lang="FI" style="margin: 0px; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;"> komponen Akidah dan Akhlak bersifat konstan. Tidak mengalami perubahan apapun dengan </span><span style="margin: 0px; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">perbedaan</span><span lang="FI" style="margin: 0px; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;"> waktu dan tempat. </span><span style="margin: 0px; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">Kedua ajaran tersebut</span><span lang="FI" style="margin: 0px; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;"> dalam agama Islam mengandung nilai-nilai keimanan dan </span><span style="margin: 0px; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">sekaligus menuntut</span><span lang="FI" style="margin: 0px; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;"> se</span><span style="margin: 0px; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">orang manusia untuk</span><span lang="FI" style="margin: 0px; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;"> menjadi khalifah di muka Bumi ini</span><span style="margin: 0px; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">.</span><span style="margin: 0px; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;"> <span lang="FI">Sedangkan komponen yang terakhir yaitu S</span></span><span style="margin: 0px; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">h</span><span lang="FI" style="margin: 0px; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">ariah senantiasa mengalami perubahan sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kemajuan peradaban manusia, yang berbeda-beda </span><span style="margin: 0px; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">dan berubah </span><span lang="FI" style="margin: 0px; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">sesuai dengan </span><span style="margin: 0px; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">perubahan atas waktu dan tempat. Diantara bentuk dari perubahan ini adalah nampak dari dinamisnya pelaksanaan hukum jual beli Harta Wakaf sejak era para Sahabat hingga masa Imam Maliki, Imam Hanafi, Imam Shafii dan Imam Hanbali. Keempat Imam ini dikenal oleh sebagian besar muslim di Dunia sebagai para Imam dari <em>Ahlussunnah wal Jamaah</em>.</span></p> 2017-09-20T07:44:31+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/maqosid/article/view/17 Hadhanah di Dunia Islam pada Era Kontomporer; Komparasi Kebijakan Hukum di Timur Tengah dan Asia Tenggara 2017-09-20T12:09:58+07:00 Lalu Muhammad Ariadi fikrahpancor@gmail.com <p><span lang="EN-US" style="margin: 0px; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">Dalam tulisan ini digambarkan secara singkat pembaharuan hukum keluarga di empat Negara Islam, yaitu Malaysia, Tunisia, Libya, dan Saudi Arabia. Pembahasan ini difokuskan kepada pasal-pasal yang dipandang tidak sesuai atau merupakan pembaharuan kitab fiqh sebelumnya terutama mengenai hak asuh anak (Hadhanah). Dalam masalah ini ada dua hal yang perlu dicatat, pertama semangat reaktualisasi hukum Islam dalam bidang hukum keluarga pada prinsipnya adalah melindungi dan memperbaiki kedudukan wanita serta melindungi anak-anak. Kedua, reformasi pemikiran hukum Islam yang dituangkan dalam bentuk undang-undang itu sering juga bertentangan dengan yang tertuang dalam kitab-kitab fiqh klasik.</span><span style="margin: 0px; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;"> Secara sederhana dapat dinyatakan bahwa hukum Islam ada saat ini merupakan hasil kodifikasi terhadap ijtihad ulama ulama besar yang hidup beberapa abad yang yang lalu. </span><span lang="EN-US" style="margin: 0px; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">Diakui bahwa hukum Islam tetap mengalami perkembangan tersebut tidak cukup signifikan karena masih selalu merujuk pada fatwa-fatwa dan metode <em>istinbat al-ahkam </em>pada ulama <em>mutaqaddimin </em>&nbsp;sebelumnya. Padahal, fatwa-fatwa dan metode <em>istinbat al-ahkam&nbsp; </em>yang mereka digunakan belum tentu sesuai dengan situasi dan kondisi umat Islam yang senantias berubah sesuai dengan tuntutan zaman.</span> <span lang="EN-US" style="margin: 0px; font-family: 'Californian FB','serif'; font-size: 12pt;">Fenomena tersebut perlu diubah secara radikal agar hukum Islam yang bersifat <em>trans-eksternal </em>&nbsp;itu selalu aplikatif di setiap tempat dan di setiap waktu, sebagaimana sering disemboyankan di dalam kitab-kitab fikih klasik. Salah satu cara yang dilakukan untuk melakukan perubahan adalah dengan memperbaharui paradigma dan cara pandang terhadap sumber-sumber hukum Islam yang bersifat fundamental maupun yang bersifat instrumental.</span></p> 2017-09-20T12:09:58+07:00 ##submission.copyrightStatement##