Telaah Kritis Atas Pemikiran Gerakan Gender Dalam Pandangan Fiqih

  • Matlaul Irfan IAI HAMZANWADI NW PANCOR
Keywords: Telaah Kritis, Gerakan Gender, Pandangan Fiqih

Abstract

Beberapa hukum Islam yang sudah berjalan selama berabad-abad  dan suduah menjadi kesepakatan semua mazhab dan ijma’ para ulama akhir-akhir ini seprtinya sedang menghadapi uji coba untuk ditinjau ulang. Sejumlah sarjana modern yang menyebut diri sebagai penyelaras agama dengan konteks kekinian bermunculan dengan tema rekonstruksi hokum Islam mulai menggugah beberapa hukum fiqih Islam tersebut. Atas nama keadilan, kesejajaran gender, kesamaan hak, anti diskriminasi dan marjinalisasi adalah nilai-nilai yang diangkat sebgai ruh propaganda dalam melakukan kampanye kritik beberapa hukum fiqih Islam yang sudah mapan berjalan di kalangan umat Islam sejak berabad-abad.

Beberapa teks Al Qur’an yang disepakati qath’i oleh para ulamapun mulai digugat menjadi sesuatu yang bukan qath’i lagi sebagai hal yang masih dapat diperdebatkan kembali. Bagi mereka, semua teks tidak ada yang qath’i karena seluruh teks Al Qur’an dan hadis masih dapat ditafsir ulang sesuai dengan prinsif keadilan yang logis. Prinsif keadilan Tuhan yang dimaknai menurut mereka yang tertuang dalam kehidupan nyata yang anti diskriminasi itu harus diselaraskan sesuai akal dan logika, dalam hal ini Islam tidak lagi bermakna penyerahan diri, dan iman tidak lagi sebagai keyakinan total terhadap semua hukum Tuhan yang diturunkan kepada manusia.

References

Al Qur’an dan Terjemah Departemen Agama RI
Al Kurthubi, Abu Abdillah Muhammad Bin Ahmad. Al Jami’ Li Al Ahkam Al Qur’an, Juz V Kairo: Dar Al Katib Al Arabi, 1967.
Al Qasthalani, Ali Al Abbas Al Shihab Al Din Ahmad Bin Muhammad, Al Irsyad Al Syarah Shahih Al Bukhari, Juz VIII; Beirut: Dar al Fikr, 1304 H.
Ali Shari’ati, Islam Mazhab Pemikiran dan Aksi, Terj. MS Nasrullah dan Afif Muhammad, Bandung: Mizan, 1995.
Ahmad Muhammad Yusuf, Kumpulan Dalil Dalam Al Qur’an, Jilid II, Jakarta, Media Suara Agung, 2008.
Fauzan Zerif, Tafsir Fenomenologi, Kritis Interrelasi Fungsional Antara Teks dan Realitas, Malang, UIN Maliki Press, 2012.
Aridl, Al Hasan, Sejarah dan Metodologi Tafsir, Jakarta: PT Rajawali Press, 1991.
Bahresi, Salim, Tarjamah Riadl Al Salihin, Bandung, Al Ma’arif, 1979.
Bukhari, Shaih Bukari, Juz I 267-268. Juz III, 123, 174, 175, Juz VI, 471, 481.Beirut: Dar Al Kutub al Ilmiyah, 1992.
Fahmi Salim, Kritik Terhadap Studi Al Qur’an Kaum Liberal, Depok: Perspektif Gema Insani, 2010.
Ghafur, Waryono Abdul , Tafsir Sosial, Mendialogkan Teks Dengan Konteks, Yogyakarta: eLSQ Press, 2005
Husen, Muhammad, Fiqih Perempuan Refleksi Kiyai Atas Wacana Agama dan Gender, Yogyakarta: LkiS, 2002.
Ibn Athir, Al Kamil Fi al Tarikh, Vol III, Beirut: Dar Al fikr, 1979.
Katsir, Ibn. Tafsir Kur’an al Azim, Juz I, Kairo. Dar Al Turats, t.th.
Saebani, Beni Ahmad, Fiqih Munakahat, Bandung. Pustaka Setia, 2010.
Sabiq, Sayid, Fiqh Al Saunah, Jilid I Beirut, Dar Al Fikr, 1983.
Published
2019-09-16
How to Cite
Irfan, M. (2019). Telaah Kritis Atas Pemikiran Gerakan Gender Dalam Pandangan Fiqih. Ta’dib: Jurnal Pendidikan Islam Dan Isu-Isu Sosial, 17(2), 88-109. Retrieved from http://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tadib/article/view/227