Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial http://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tadib <p>Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial ( P-ISSN: 2088-6462 ) ( E-ISSN: 2686-0228 ) adalah jurnal ilmiah yang terbit dua kali setahun. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah IAIH NW Pancor sejak 2010. Dimaksudkan sebagai ruang pemikiran kritis dan terbuka bagi semua kalangan (agamawan, pendidik, aktivis, dan mahasiswa) dengan studi tentang pemikiran dan implementasi pendidikan sebagai lingkup kajian. semua tulisan yang di tampilkan dalam jurnal ini di review dengan skema double-blind review process</p> en-US jurnaltadib64@gmail.com (Ta'dib) masjudinfaras@gmail.com (Masjudin) Mon, 21 Sep 2020 00:00:00 +0000 OJS 3.2.1.0 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Integrasi Penggunaan Metode Simulasi dan Demonstrasi Dalam Pembelajaran PAI http://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tadib/article/view/344 <p><em>Penggunaan metode pembelajaran sebuah keniscayaan yang wajib dikuasai oleh guru, karena tanpa pengetahuan tentang metode pembelajaran subjektifitas guru dalam mendidik peserta didik akan muncul yang berakibat semaunya aja mengajar tanpa memikirkan dampak hasil pendidikan. Banyaknya terjadi pemukulan siswa oleh guru, pemberian sangsi yang tidak mendidik adalah salah satu bentuk kurangnya guru dalam penguasaan metode pembelajaran.</em></p> <p><em>Bagaimanapun kemampuan guru pada sisi keilmuannya tanpa dibarengi dengan pengetahuan metodologi pembelajaran, maka kelas akan pasif dan membosankan. Oleh sebab itu 4 komptensi guru harus mampu diaplikasikan yakni ; kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian. Kompetensi pedagogik bagian dari kemampuan guru dalam pengelolaan kelas, memahami karakteristik peserta didik dan penguasaan metode pembelajaran. </em><em>Dengan Penggunaan metode yang bervariasi siswa akan lebih termotivasi atau bergairah ketika proses pembelajaran berlangsung, karena syarat d</em><em>ikatakan dengan proses belajar mengajar yang b</em><em>aik</em><em> ialah</em><em>,</em><em> apabila</em><em>; k</em><em>etika siswa aktif&nbsp; ikut serta dalam proses pembelajaran, motivasi belajar peserta didik menjadi tinggi, suasana belajar menjadi baik</em><em>, serta</em><em> h</em><em>asil belajar tinggi</em><em>.</em></p> <p><em>Dalam tulisan ini penulis mencoba mengurai integrasi antara penggunaan metode simulasi dan demontrasi pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Kedua metode tersebut mutlak dilakukan terlebih-lebih pada mata pelajaran agama. Karena indicator keberhasilan dalam pembelajaran agama Islam adalah kehidupan sehari-hari, artinya capaian kompetensi lulusan yang meliputi sikap, pengetahuan dan keterampilan mutlak harus dicapai oleh peserta didik, terutama pada aspek sikap dan keterampilan. Sebagai contoh bagaimana mungkin nilai peserta didik untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam saat ujian akhir semester mendapatkan nilai 8 sedangkan sholat saja dia masih bolong-bolong, ini menjadi aneh. Itulah sebabnya keberhasilan pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam harus dilihat pada perilaku atau perbuatan sehari-hari, hal inilah esensi dari penguasaan metode simulasi dan demontrasi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan penggunaannya pun bersifat integrasi karena sebelum mendemontrasikan apa yang akan dipraktekkan terleh dahulu harus disimulasikan</em></p> Ahmad Hulaimi, Khairuddin Khairuddin Copyright (c) 2020 Ahmad Hulaimi, Khairuddin Khairuddin http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 http://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tadib/article/view/344 Mon, 21 Sep 2020 00:00:00 +0000 Penerapan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi http://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tadib/article/view/349 <p><em>Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat dan pesat mengharuskan setiap orang, terlebih anak bangsa yang mengeluti dunia Pendidikan harus mampu mengikuti irama perkembangan yang didendangkan&nbsp; oleh kemajuan TIK dan yang paling cepat dan pesat saat ini adalah kemajuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi.</em></p> <p><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Lembaga pendidikan sebagai salah satu komponen atau pilar pembangunan bangsa yang bertugas mencetak kader-kader bangsa yang cerdas, dituntut untuk mampu mengikuti gerak dan arah kemajuan teknologi tersebut. Salah satu&nbsp; di antaranya adalah disamping mempersiapkan tenaga-tenaga pendidik yang handal di bidangnya, juga haruslah memahami berbagai metode dan karakteristik mata ajar yang diajarkan, sehingga tepat&nbsp; dalam penggunaan metode serta tepat dalam penyiapan dan penggunaan media yang pada gilirannya diharapkan mampu memotivasi para siswa untuk belajar dan dengan mudah pula tujuan pembelajaran akan tercapai.</em></p> <p><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Untuk itulah di era teknologi&nbsp; saat ini para guru tidak boleh berhenti untuk terus berkreasi, mencari dan mencoba formulasi-formulasi baru, sesuai dengan perkembangan dan tuntutan teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini</em></p> H. Sujono AR Copyright (c) 2020 H. Sujono AR http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 http://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tadib/article/view/349 Mon, 21 Sep 2020 00:00:00 +0000 Tradisi Sandak di Masyarakat Sasak dalam Pespektif hukum Islam http://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tadib/article/view/347 <p><em>Praktek sandak dalam tradisi mu’amalah masyakat Islam Sasak menjadi tradisi yang mengakar kuat hingga sekarang.Sandak menjadi kebiasaan para petani sebagai solusi atas kesulitan finansial masyarakat di Lombok. Praktek ini hingga sekarang masih banyak dijumpai ditengah masyarakat petani di plau Lomok, namun tidak jelas sejak kapan tradisi ini dimulai, begitu pula apakah tradisi ini muncul sejak sebelum Islam datang sebagai tradis tua dalam kehidupan masyarakat Lombok ini&nbsp; lalu berkamuplase seolah menjadi sebuah aplikasi dari sebuah pemahaan keagamaan sehinggasandak terkesan sebagai produk dari mu’amalah dalam Islam itu sendiri. Menemukan sebuah praktik mu’amalah dalam tradisi sandak ini tentu membutuhkan&nbsp; kajian mendalam untuk mendapatkan sebuah kesimpulan fiqhiyah. Tiadanya contoh historis mu’amalah dan dalil penunjang lainnya dalam tradisi perbendaharaan Islam menjadikan kajian terhadap sandak ini semakin menarik untuk dilakukan, lebih-lebih terjadinya perubahan akad di tengah proses sandak akan semakin runyam untuk mendapatkan legalitas tradisi ini dalam lteratur Islam.</em></p> Matla'ul Irfan Copyright (c) 2020 Matla'ul Irfan http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 http://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tadib/article/view/347 Mon, 21 Sep 2020 00:00:00 +0000 Pengaruh Metode Qiyasi Dalam Penguasaan Nahwu Terhadap Kemampuan Siswa Membaca Teks Bahasa Arab http://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tadib/article/view/345 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran menggunakan metode qiyasi dalam penguasaan Nahwu terhadap kemampuan membaca siswa, apakah terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang diberi perlakuan menggunakan metode qiyasi dengan siswa yang tidak menggunakan metode qiyasi. Penelitian ini dilaksanakan di Ma. Al-Islamiyah Bebidas pada tanggal 26 agustus sampai dengan tanggal 26 september 2019. Jenis penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen. Sampel penelitian berjumlah 20 siswa pada kelas XI MIA I untuk kelas control, dan juga berjumlah 20 siswa kelas XI MIA II pada kelas eksperimen. Tekhnik pengambilan sampel yaitu sampling purposive yang dipilih berdasarkan pertimbangan guru. Instrument penelitian yang digunakan adalah berupa tes berbentuk pilihan ganda yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Adapun teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi dan wawancara tidak terstruktur, sedangkan analisis data yang digunakan peneliti adalah menggunakan Independen Sampel Test ( uji t_tes).</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode qiyasi yang diterapkan pada kelas eksperimen dapat mempengaruhi penguasaan nahwu dan kemampuan siswa membaca teks bahasa Arab secara signifikan pada pembelajaran bahasa Arab. Hal ini dapat dilihat dari rata- rata hasil belajar siswa yang diajar menggunakan metode qiyasi. Hal ini terbukti dari deskripsi data pre_test, sebelum diterapkannya metode Qiyasi dikelas eksperimen mendapatkan hasil mean kelas x=68.75, dan kelas kontrol kelas x=43.00. Namun setelah diberikan perlakuan x post_tes kelas eksperimen mencapai rata-rata=83.25, dan kelas kontrol mencapai rata-rata=61.50. Sedangkan hasil analisis data dengan menggunakan statistic uji t_tes diperoleh nilai ????<sub>ℎ????????????????????</sub> =7.148 dan ????<sub>????????????????????</sub> = 2,042. Sehingga ????<sub>ℎ????????????????????</sub> &gt; ????<sub>????????????????????</sub> (7,148&gt; 2,042).</p> <p>Dengan demikian dapat dikatakanbahwa ada pengaruh metode qiyasi dalam penguasaan nahwu terhadap kemampuan membaca siswa kelas XI Ma. Al-Islamiyah Bebidas</p> Muhammad Ihsan, Ziadatulhasanah Ziadatulhasanah Copyright (c) 2020 Muhammad Ihsan, Ziadatulhasanah Ziadatulhasanah http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 http://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tadib/article/view/345 Mon, 21 Sep 2020 00:00:00 +0000 Urgensi Kepemimpinan Inovatif http://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tadib/article/view/348 <p>Riset ini sesungguhnya membahas tentang kepemimpinan inovatif pada institusi pendidikan sekolah dasar yang bernuansa Islam di kota Pasuruan Jawa Timur. Model kepemimpinan inovatif seperti ini tentu sangat dibutuhkan di era penuh perubahan dan tantangan serta persaingan seperti saat ini. Dalam riset ini peneliti berkepentingan selain untuk mengungkap kepemimpinan inovatif yang ada, juga berusaha mengetahui model kepemimpinan inovatif yang dilakukan serta berbagai alasan kepemimpinan inovatif dilakukan oleh kepala sekolah tersebut.</p> <p>Selanjutnya peneliti melakukan pra-riset dan riset secara mendalam. Untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan peneliti menggunakan metode interview terstruktur/ wawancara terstandar maksudnya adalah wawancara dengan menggunakan sejumlah pertanyaan yang terstandar secara baku. Setelah data terkumpul maka peneliti menganalisisnya dengan menggunakan pendekatan analisis fungsionalisme dan analisis kritis.</p> <p>Hasil penelitian ini nanti dimungkinkan <em>pertama</em>, mendukung teori-teori atau hasil penelitian terdahulu yang digunakan sebagai acuan dalam penyusunan riset ini; <em>kedua</em>, mengembangkan teori-teori yang sudah ada atau hasil penelitian terdahulu; <em>ketiga</em> yakni justru menolak/tidak mendukungnya; <em>keempat</em>, menjadi temuan baru.</p> <p>Penelitian ini menghasilkan temuan-temuan yakni&nbsp; kepemimpinan inovatif dilakukan kepala SD Darul Ulum Pasuruan, model pelaksanaan kepemimpinan inovatif yang dilakukan di institusi ini menggunakan model evolusioner dan atau revolusioner sekaligus. Adapun berbagai alasan pelaksanaan kepemimpinan inovatif yang dilakukan kepala sekolah yakni dalam rangka merubah dan memperbaiki keadaan sekolah yang belum mapan agar menjadi lebih mapan, yang tidak baik menjadi lebih baik, yang tidak berkualitas menjadi lebih berkualitas dan merubah stigma negative sekolah bernuansa Islam menjadi memiliki stigma positif</p> H. Djoko Hartono Copyright (c) 2020 H. Djoko Hartono http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 http://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tadib/article/view/348 Mon, 21 Sep 2020 00:00:00 +0000 Analisis Kontrastif Pendidikan Di Indonesia, Di Finlandia, Dan Ajaran Ki Hajar Dewantara http://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tadib/article/view/346 <p>Ki Hajar Dewantara menerangkan bahwasa pendidikan sebagai upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakanya. Tiga sifat yang terangkum pada: Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Tetapi ajaran tersebut sudah tidak sesuai dengan apa yang diajarkan oleh ki Hajar, justru di Finlandia yang menerapakan apa diajarkan oleh Ki hajar.&nbsp; Pertama, tidak adanya rangking, Di indonesia untuk proses belajar mengajar masih memfokuskan pada target yang harus ditempuh oleh siswa, sedangkan di Finlandia menerapkan tidak adanya target yang harus dibebani oleh siswa; Di indonesia masih membebankan siswa dalam melakukan ujian akhir atau yang disebu UN, sementara Finlandia tidak pernah melaksanakan Ujian Nasional untuk penentu sebuah kelulusan; di Finlandia jarang mengganti kurikulum pendidikan, sementara di Indonesia hampir setiap ganti mentri kurikulum pendidikanpun juga ikut diganti. Oleh karena itu, sistem pendidikan Ki Hajar Dewantara sangat&nbsp; perlu untuk diterapkan kembali di Sekolah-Dasar&nbsp; (SD) hingga Sekeloah Menengah Atas (SMA)&nbsp; di seluruh wilayah Indonesia karena sangat memungkinkan metode mendidik Ki Hajar Dewantara&nbsp; sangat tepat di semua jenjang pendidikan yang ada di Indonesia</p> Dofir Dofir Copyright (c) 2020 Dofir Dofir http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 http://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tadib/article/view/346 Mon, 21 Sep 2020 00:00:00 +0000