Dinamika Dan Problematika Pendidikan Agama Masyarakat Minoritas Islam Wetu Telu Di Lombok Nusa Tenggara Barat

  • Muh. Sya’rani IAI Hamzanwadi NW Pancor
  • Muh. Zakaria IAI Hamzanwadi NW Pancor
Keywords: Dinamika, Problematika, Pendidikan, Minoritas, Wetu Telu

Abstract

Tulisan ini berawal dari permasalahan Seperti apa kondisi dan problematika pendidikan masyarakat Islam Wetu Telu sebagai minoritas di Bayan, Lombok, Nusa Tenggara Barat; Dan pola pendidikan masyarakat Islam Wetu Telu sebagai minoritas dalam mewariskan sistem kepercayaan mereka di Bayan, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Teori Fenomenologi Alfred Schutz yakni untuk memahami kesadaran itu dengan konsep intersubyektif. Interpretasi Simbolik Clifford Geertz berpandangan bahwa dapat melihat pemaknaan di balik simbol-simbol tradisi keberagamaan secara mendalam dan Indeginius Learning pandangan Ki Hajar Dewantoro dan HAR Tilaar, hakikat pendidikan adalah proses memanusiakan anak manusia yaitu menyadari manusia yang merdeka, maka dari itu bahwa pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan rumah tangga, sekolah dan masyarakat.

Hasil penelitian ini terdapat beberapa temuan dilapangan berupa bentuk tradisi masyarakat wetu telu sebagai fennomena dan simbol dalam mengajarkan generasi dan pengenalan mansuia secara luas. Dan terdapat pembelajaran sepanjang hayat berupa lestarinya bduaya wetu telu sampai saat ini dan eksisnya sebagai wadah pembelajaran yakni pembelajaran dalam keluarga,masyarakat dan cultur-budaya. Namun kesemuanya itu tidak terlepas dari beberapa problem dalam pendidikan wetu telu, yakni sebagai masyarakat minoritas ruang gerak hanya terbatas dan kurangnya akses pendidikan dalam menjawab tantangan moderen/global

References

Anto Achadiyat,Suku Terasing Sasak di Bayan Daerah Propinsi Nusa Tenggara Barat, Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Proyek Inventarisasi dan Pembinaan Nilai-Nilai Budaya, 1989.
Jhon Ryan Bartholomew, Alif Lam Mim, Kearifan Masyarakat Sasak. Yogyakarta: PT. Tiara Wacana, 2001.
Sven Cederroth, The Spell of The Ancestors and The Power of Mekah: A Sasak Community on Lombok, Sweden: ACTA Universitatis Gothoburgensis, 1981.
Henk Schulte Nordholt, Gerry van Klinken, Politik Lokal di Indonesia, terj. Bernard Hidayat .Jakarta: Yayasan Obor, 2007.
Karya Ki Hadjar Dewantara: Bagian Kedua Kebudayaan, Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siwa, 2011.
Kal Muller, David Pickell ed., East of Bali: From Lombok to Timor, Singapore: Tuttle Publishing, 1997.
Jhon Ryan Bartholomew, Alif Lam Mim Kearifan Masyarakat Sasak. terj. Imron Rosydi, Yogyakarata: PT. Tiara Wacana, 2001.
Ahmad Abd. Syakur, IslamDan Kebudayaan Akulturasi Nilai-nilai Islam Dalam Budaya Sasak, Yogyakarta: Adab Press 2006.
H. Lalu Wacana, et. Sejarah Daerah Nusa Tenggara Barat, Mataram: Proyek inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah NTB, 1988.
Erni Budiwanti, Islam Sasak Wetu Telu Versus Waktu Lima, Yogyakarta: LKiS. 2000.
Engkus Kuswarno, Fenomenologi; fenomena pengemis kota bandung. Bandung: Widya Padjadjaran, 2009.
George Ritzer dan Douglas J. Goodman, Teori Sosiologi Modern, terj Alimandan, Jakarta:Kencana, 2007.
Tom Campbell, Tujuh Teori Sosial, Sketsa, Penilaian, dan Perbandingan, Yogyakarta:Kanisius,1994.
Achmad Fedyani Saifudin, Antropologi Kontemporer: Suatu Pengantar Kritis Mengenai Paradigma, Jakarta: Kencana, 2006.
Mahmud Arif, Filsafat Pendidikan, Yogyakarta: Gamamedia, 2007.
Tim Dosen IKIP Malang, Pengantar Dasar-Dasar Pendidikan, Surabaya, Usaha Nasional, 2003.
Ahmad Janan Asifudin, Mengungkit Pilar-Pilar Pendidikan Islam; Tinjauan Filosofis, Yogyakarta: Sunan Kalijaga Prss, 2009.
Samsul Nizar, Filsafat Pendidikan Islam; Pendekatan Historis, Teoritis dan Praktis, Jakarta: Ciputat Pers, 2002.
H.A.R Tilaar, Manifesto PendidikanNasional, Jakarta: Kompas, 2005
Tim Pengembang Ilmu Pendidikan FIP-UPI, Ilmu dan Aplikasi Pendidikan Bagian;I Ilmu Pendidikan Teoritis, Bandung: IMTIMA, 2007.
Seyyed Hossein Nasr, Antara Tuhan, Manusia Dan Alam (Jembatan Filosofis Dan Religius Menuju Puncak Spiritual, Yogyakart: IRCiSoD, 2003.
Kuntowijoyo, Paradigma Islam Intrefetasi Untuk Aksi. Bandung: Mizan Media Utama, Cetakan I 2008.
Published
2019-09-19
How to Cite
Sya’rani, M., & Zakaria, M. (2019). Dinamika Dan Problematika Pendidikan Agama Masyarakat Minoritas Islam Wetu Telu Di Lombok Nusa Tenggara Barat. Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam Dan Isu-Isu Sosial, 4(2), 24-43. Retrieved from http://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tarbawi/article/view/234