Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial http://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tarbawi <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><strong>Jurnal Penelitian Tarbawi</strong>: <strong>Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial</strong> (P-ISSN: 2640-6375) (E-ISSN: 2685-256X) merupakan </span></span></span><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Jurnal bidang Penelitian Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial dengan </span></span></span><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">fokus kajian pada bidang Penelitian Lapangan, Pemikiran Tokoh (library Research) dalam pendidikan Islam, isu-isu sosial. </span></span></span><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Jurnal ini diperuntukkan untuk para peneliti, pengamat, akademisi dan masyarakat luas dalam scope yang ditentukan. Jurnal Penelitian Tarbawi dikelola dan diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor. Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial terbit dua kali setahun yaitu priode Januari-Juni dan Juli-Desember.</span></span></span></span></p> en-US tarbawi205@gmail.com (Muh Zakaria) muhmammadzakaria00@gmail.com (Muh Zakaria) Mon, 07 Sep 2020 06:04:59 +0000 OJS 3.2.1.0 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Efektifitas Media Visual Untuk Meningkatkan Kompetensi KeterampilanAnakDidik Dalam Melaksanakan Shalat Sunnah Rawatib http://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tarbawi/article/view/294 <p><em>Dalam tahun-tahun belakangan ini telah terjadi pergeseran paradigma dalam pembelajaran kearah paradigma konstruktivisme (merancang dan membangun). Media pembelajaran meliputi berbagai jenis, antara lain: Pertama, Media gerafis atau media dua dimensi, seperti gambar, foto, grafik atau diagram; Kedua, Media model solid atau media dimensi tiga, seperti model-model benda ruang dimensi tiga, diorama, dsb. Ketiga, Media proyeksi seperti film, filmstrip, OHP; Keempat, Media informasi, computer, internet. Kelima, Lingkungan.</em></p> <p><em>Tulisan ini kami sajikan dari hasil penelitian tindakan (action research), karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas.Penelitian ini juga termasuk penelitian deskriptif, sebab menggambarkan bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai.</em></p> <p><em>Pembelajaran menggunakan media merupakan salah satu tipe pembelajaran yang kreatif dan menyenagkan.</em><em> Pembelajaran yang diajarkan dengan menggunakan media pembelajaran</em><em> lebih baik dari pada metode ceramah dalam meningkatkan kemampuan belajar siswa dalam melaksanakan shalat sunnah rawatib.</em></p> <p><em>Dari pengalaman dilapangan tidak sedikit gurudalam proses pembelajaran sangat jarang men</em><em>g</em><em>gunakan media pembelajaran.</em><em> Hal ini menyebabkan pembelajaran monoton dan jauh dari kreatifitas da hasilnya tentu bisa ditebak </em><em>yaitu hasil belajar siswa menjadi rendah dan sulit mencapai kompetensi standar. Oleh sebab itu </em><em>salah satu upaya yang harus dicoba untuk meni</em><em>n</em><em>gkatkan hasil belajar adalah dengan </em><em>mencoba menggunakan</em><em> media </em><em>v</em><em>isual&nbsp; dalam proses belajar mengajar sehingga peserta didik akan lebih mudah mengerti dan dapat dengan mudah menuangkan konsep-konsepnya yang begitu banyak ke dalam bentuk&nbsp; yang simpel.</em></p> H Imanuddin, H Hudatullah Muhibuddin Abdul Aziz Copyright (c) 2020 H Imanuddin, H Hudatullah Muhibuddin Abdul Aziz http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 http://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tarbawi/article/view/294 Thu, 03 Sep 2020 00:00:00 +0000 Nilai-Nilai Pendidikan Perkawinan Adat Masyarakat Sasak http://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tarbawi/article/view/319 <p>Penelitian bertujuan untuk untuk mengetahui nilai pendidikan kawin adat sasak di desa Gelogor Kecamatan Kediri&nbsp; Kabupaten Lombok Barat Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah Pengumpulan data dilakukan&nbsp; melalaui&nbsp; observasi, wawancara, dan dokumen.&nbsp; Analisis menurut Miles dan Huberman,&nbsp; yaitu (1). Reduksi data, (2) Penyajian data, (3) penarikan&nbsp; simpulan. Hasil penelitian nilai nilai perkawinan &nbsp;Masyarakat Sasak memiliki banyak retual atau tahapan-tahapan sebagai berikut; <em>merariq</em> atau kawin lari, melapor kepada kepala lingkungan, nyelabar, melakukan pernikahan, rebak pucuk, begawe, sorong serah, nyongkolan, dan bales lampak. Akulturasi budaya dapat terjadi karena keterbukaan suatu komunitas masyarakat akan mengakibatkan kebudayaan yang mereka miliki akan terpengaruh dengan kebudayaan komunitas masyarakat lain. Selain keterbukaan masyarakatnya, perubahan kebudayaan yang disebabkan “perkawinan“ dua kebudayaan bisa juga terjadi akibat adanya pemaksaan dari masyarakat asing memasukkan unsur kebudayaan lokal. Akulturasi budaya bisa juga terjadi karena kontak dengan budaya lain, sistem pendidikan yang maju yang mengajarkan seseorang untuk lebih berfikir ilmiah dan objektif, keinginan untuk maju, sikap mudah menerima hal-hal baru dan toleransi terhadap perubahan. Akan tetapi dalam tradisi ada perbedaan pendapat dikalangan para tokoh adat dengan tokoh agama di tengah-tengah masyarakat sasak. Tradisi kawin &nbsp;masyarakat sasak banyak mengubah persepsi pelaksanaan perkawinan atau pernikahan&nbsp; sesuai dengan ajaran<strong> islam.&nbsp; </strong></p> <p>Nilai-nilai pendidikan yang ada dalam adat kawin&nbsp; sebagai berikut. 1.<strong> Nilai agama</strong> (religius). Nilai religius ini merupakan sikap dan perilaku dalam melaksanakan ajaran agama seperti waktu melaksanakan adat betikah atau bekawin. Prinsip masyarakat Desa Gelogor Kediri Lombok Barat dalam pelaksanaan acara betikah (bekawin)&nbsp; masing sangat berpegang teguh pada nilai-nilai agama. 2. <strong>Nilai tanggung jawab</strong> adalah sikap dan perilaku seseorang dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya.Tanggung jawab 3. <strong>Nilai kejujuran </strong>&nbsp;hubungan yang tulus, saling memiliki, saling memberi tahu segala hal yang terjadi dan dirasakan. Kejujuran menjadikan hubungan berjalan dengan baik meski kadang, kejujuran terasa pahit tapi itu lebih&nbsp; baik dari pada kebohongan. Sahran mengatakan ” kejujuran adalah kunci hubungan ” untuk saling menjaga diantara pasangan, contohnya seketika pacaran dan betikah jangan sampai tidak jujur karena dibohongin itu menyakitkan. Bayangkan jika sepasang pasangan tak saling memberi kepercayaan dan kejujuran maka hubungan tidak akan pernah harmonis dan bahagia.<a href="#_ftn1" name="_ftnref1">[1]</a> 4. <strong>Nilai kerja keras </strong>adalah bekerja secara sungguh-sungguh dan tidak mengenal lelah seperti dalam upacara begawe dan <em>nyongkolan</em>.Kerja keras dalam begawe meliputi sikap tolong menolong, gotong royong, dan kekeluargaan.</p> <p><a href="#_ftnref1" name="_ftn1"></a></p> <p>&nbsp;</p> Zaenuddin Zaenuddin Copyright (c) 2020 Zaenuddin Zaenuddin http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 http://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tarbawi/article/view/319 Mon, 07 Sep 2020 00:00:00 +0000 Manfaat Media Teknologi Dalam Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam http://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tarbawi/article/view/295 <p>&nbsp;</p> <p><em><span style="font-weight: 400;">“Perkembangan ilmu dan teknologi merupakan salah satu produk dari manusia yang terdidik, dan pada gilirannya manusia-manusia perlu lebih mendalami dan mampu mengambil manfaat dan bukan menjadi korban dari perkembangnan ilmu dan teknologi sendiri. Mendalami serta mengambil manfaat dari perkembangan ilmu dan teknologi tidak mungkin dilakukan oleh semua manusia dengan kadar dan waktu yang sama. Keterbatasan manusia dan waktu menuntut adanya spesialisasi yang semakin menajam.&nbsp;</span></em></p> <p><em><span style="font-weight: 400;">Teknologi telah menjadi bagian integral dari tiap kehidupan masyarakat sejak ribuan tahun yang lalu. Pada zaman batupun telah ada teknologi, seperti misalnya yang digunakan untuk membangun piramida, untuk membuat api, dan lain-lain. Makin maju suatu masyarakat, makin banyak dan makin canggih teknologi yang ditemukan dan digunakan. Bahkan ada diantara kita yang berpendapat bahwa teknologi telah merupakan “jawaban atas semua masalah”</span></em></p> <p><span style="text-decoration: underline;">&nbsp;</span></p> Masjudin Masjudin Copyright (c) 2020 Masjudin Masjudin http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 http://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tarbawi/article/view/295 Mon, 07 Sep 2020 00:00:00 +0000 Menilik Dominasi Bahasa Mitos Dalam Sosiokultural Sasak http://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tarbawi/article/view/320 <p>The purpose of this study is to describe the process of hegemony in the language of Tithe Ringkok Ratu myth in North Masbagik Village. The problem formulation of this research is "how is the process of hegemony in the language of the myth of Timba Lingkok Ratu in North Masbagik Village? To answer the research question above, the researcher conducted the research with qualitative descriptive method and approach with the type of ethnographic research located in North Masbagik Village Masbagik Subdistrict. Furthermore, data collection techniques from this research are observation, interview and documentation. While data analysis is data reduction, data presentation, and withdrawal conclusion.&nbsp; The results of this study indicate that the process of hegemony in the language&nbsp; of the myth of Timba Lingkok Ratu in North Masbagik Village begin beliefs that are superstition, then this belief is spread from the mouth of tempest that is by the dominant party (people who hegemonies) to the dihegemoni. Furthermore, languages that are persuasive or affect the dominant party with a style of delivery that is so reliable and with strong evidence. Therefore, it can be concluded that the process of hegemony into the language of Titus Ringkok Ratu in North Masbagik Village is a process of convincing someone who is done by the dominant party to the community against Titus Timba Lingkok Ratu in North Masbagik Village with strong evidences.</p> Zainul muttaqin, Mu’awanah Mu’awanah Copyright (c) 2020 zaenul muttaqin, Mu’awanah Mu’awanah http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 http://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tarbawi/article/view/320 Mon, 07 Sep 2020 00:00:00 +0000 Tradisi Hiziban Jamaah Nahdlatul Wathan Lombok http://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tarbawi/article/view/318 <p><em>Sebagai organisasi massa Islam terbesar di Nusa Tenggara Barat, Nahdlatul Wathan telah berkiprah memberikan sumbangsih yang signifikan dalam pengembangan pola keagamaan, pendidikan, sosial dan kemasyarakatan yang lestari eksis hingga kini majlis-majlis taklim yang terus semarak, lembaga-lembaga pendidikan yang semakin meningkat serta tradisi-tradisi luhur yang merupakan kolaborasi antara kearifan lokal dan keislaman. Salah satunya adalah hiziban. Hiziban adalah tradisi membbaca doa secara berkelompok yang doa tersebut merupakan doa-doa terpilih yang disusun oleh pendiri Nahdlatul Wathan yaitu, TGH. Zainuddin Abdul Madjid. Hiziban telah menjadi rutinitas yang melekat dalam masyarakat Nahdlatul Wathan.</em></p> <p>&nbsp;</p> Arpan Arpan Copyright (c) 2020 Arpan Arpan http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 http://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tarbawi/article/view/318 Mon, 07 Sep 2020 00:00:00 +0000