BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/badaa <p>BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar dengan nomor <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1406782788&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">(P-ISSN: 2356-3192)</a> <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1565065135&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">(E-ISSN: 2714-7711)</a> adalah Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidai'yah (PGMI) yang terIndex SINTA 5 KEMENDIKBUD RISTEKDIKTI No 164/E/KPT/2021, yang dikelola oleh Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor yang sudah terbit sejak tahun 2011. Naskah-naskah jurnal ini diterbitkan dua kali setahun atau setiap enam bulan sekali (Januari-Juni dan Juli-Desember). Jurnal ini terbit sebagai sarana publikasi hasil pemikiran kritis dan ilmiah bagi semua kalangan dalam lingkup pendidikan dasar yang berisi gagasan konseptual, kajian dan aplikasi teori, tulisan praktis serta hasil Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Sekolah Dasar MI/SD.</p> <p> </p> <p> </p> en-US markmarudin88@gmail.com (Bada'a) markmarudin88@gmail.com (Marudin) Sun, 10 Apr 2022 08:30:48 +0000 OJS 3.2.1.0 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Inisiatif Kemitraan Kepala Sekolah Untuk Mengurangi Resiko Learning Loss Pada Masa Pandemi Di Sekolah Dasar Dan Madrasah Ibtidaiyah Kabupaten Lombok Timur https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/badaa/article/view/575 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan situasi pembelajaran dan Langkah-langkah yang dilakukan oleh kepala sekolah sebagai manajer sekolah dalam mengatasi potensi hilangnya kesempatan belajar (<em>learning loss</em>) pada sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah dikabupaten Lombok Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif&nbsp; dengan pendekatan deskriptif.</p> <p>Kajian penelitian difokuskan pada tantangan belajar dan inisiatif kepala sekolah dalam membangun kemitraan untuk memberikan layanan belajar bagi siswa selama masa pandemi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 10 kepala sekolah SD dan MI dikecamatan suralaga kabupaten Lombok timur.</p> <p>Temuan penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah tidak memiliki perencanaan pembelajaran masa pandemi, pembelajaran dilaksanakan dengan metode belajar dari rumah (BDR) dan tatap muka terbatas. Untuk memberikan layanan pemebelajaran masa pandemic kepala sekolah membangun kemitraan yang kuat dengan relawan literasi desa, relawan literasi perguruan tinggi dan koordinasi dengan pengawas sekolah. Sedangkan tantangan yang dihadapi dalam implementasi layanan pembelajaran adalah situasi yang berubah-ubah, minimnya jumlah relawan dan kurangnya media pembelajar.</p> Heri Hadi Saputra Copyright (c) 2022 BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/badaa/article/view/575 Sun, 10 Apr 2022 00:00:00 +0000 Kesulitan Fungsional Belajar Peserta Didik Dalam Pembelajaran Literasi Dasar Madrasah Ibtida’iyah di Kabupaten Lombok Timur https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/badaa/article/view/583 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kesulitan fungsional belajar yang dialami oleh peserta didik MI Kabupaten Lombok Timur,&nbsp; langkah-langkah penanganan/layanan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dan pihak madrasah, serta dampak penanganan/layanan pembelajaran guru terhadap perkembangan fungsional belajar peserta didik. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di 40 Madrasah Ibtida’iyah di Lombok Timur pada bulan Juni 2021. Subjek penelitian ini ialah seluruh&nbsp; peserta didik kelas 1 s/d 3 berjumlah 1.923 peserta didik. Penelitian ini menggunakan 2 instrumen yaitu Profil Belajar Siswa (PBS) dan pedoman wawancara dengan guru. Validasi data menggunakan <em>informant review</em>, analisis data menggunakan reduksi data, sajian data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian bahwa peserta didik yang teridentifikasi memiliki kesulitan fungsional belajar dalam pembelajaran literasi dasar yaitu 163 peserta didik atau 8.48%. dengan rincian kesulitan sebagai berikut: 1) kesulitan penglihatan 2,45%; 2) kesulitan pendengaran 3,07%; 3) kesulitan motorik kasar 2,45%; 4) kesulitan motorik halus 3,07%; 5) kesulitan berbicara 52%; 6) kesulitan belajar spesifik 62,58%; 7) kesulitan mengontor perilaku 4,29%; 8) kesulitan mengontrol emosi 6,13%; 9) kesulitan ganda 10,43%. Jumlah laki-laki 119 dan perempuan 44 peserta didik, sehingga dapat disimpulkan bahwa peserta didik laki-laki lebih banyak mengalami kesulitan fungsional belajar dibandingkan perempuan. Langkah penanganan yang dilakukan ialah peserta didik dikelompokkan berdasarkan level kemampuannya serta melibatkan guru pendamping, relawan literasi dan fasilitator daerah. Dampak dari penanganan tersebut secara akademik meningkat terutama pada kognitif, sikap dan perilaku serta sosial-emosinya berkembang.&nbsp;</p> Dewi Rohiani Copyright (c) 2022 BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/badaa/article/view/583 Sun, 10 Apr 2022 00:00:00 +0000 Studi Efektifitas Metode ABaBta Dalam Pembelajaran Literasi Siswa Kelas Rendah MI Lombok Timur https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/badaa/article/view/581 <p>Pembelajaran adalah aktivitas di kelas yang dilakukan oleh guru dengan peserta didik sehingga menimbulkan interaksi baik antara guru, peserta didik, sumber belajar dan lingkungan yang ada, sehingga peserta didik tidak hanya menjadi obyek tapi aktor, begitu juga denga guru tidak hanya satu-satunya sumber belajar, tapi lebih kepada penunjuk, pengarah dan pendidik. Pembelajaran tersebut akan efektif apabila disertai dengan penguasaan metode pembelajaran yang baik bagi guru. Ada pepatah pendidikan yang sering kita dengar, yakni : Materi pembelajaran adalah sesuatu yang penting, tetapi metode pembelajaran jauh lebih penting dari pada materi pembelajaran; Metode pembelajaran adalah sesuatu yang penting, tetapi guru jauh lebih penting dari pada metode pembelajaran; Guru adalah sesuatu yang penting, tetapi jiwa guru jauh lebih penting dari seorang guru itu sendiri. Pernyataan tersebut menunjukkan urgensinya metode dalam pembelajaran, begitu juga dengan gurunya karena core learning ada pada guru itu sendiri, tapi jika guru kurang menguasai metode pembelajaran, maka bisa dipastikan pembelajaran tersebut akan monoton dan menyebabkan siswa akan bosan dalam belajar.</p> <p>Metode ABaBta merupakan metode yang dipergunakan oleh guru dalam pembelajaran anak didik di tingkat dasar MI/SD. ABaBta singkatan dari (Amati, Dengar, Baca, dan Ceritakan) adalah akronim dari konsep pembelajaran yang ada dalam pendidikan pondok pesantren di Lombok Timur yakni Adabte (bahasa sasak : perilaku kita). Makna inilah yang menginspirasi terbentuknya metode ABaBta yang akan digunakan dalam pembelajaran literasi di Madrasah Ibtidaiyah yang ada di Kabupaten Lombok Timur.</p> <p>Dalam beberapa studi pendahuluan ditemukan tingkat literasi dasar di Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Lombok Timur masih tinggi yang mencakup literasi baca-tulis khususnya di kelas rendah yakni kelas 1 s/d 3, hal ini menjadi problem pendidikan karena baca-tulis saja sudah bermasalah apalagi pada tingkatan selanjutnya. Persoalan tersebut disebabkan banyak faktor salah satunya adalah pendekatan dan penggunaan metode dalam pembelajaran yang belum efektif diterapkna oleh guru. Dalam studi ini peneliti ingin menggali dan melihat bagaimana studi efektifitas metode ABaBta dalam pembelajaran literasi siswa kelas rendah MI Lombok Timur.</p> Ahmad Hulaimi Copyright (c) 2022 BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/badaa/article/view/581 Sun, 10 Apr 2022 00:00:00 +0000 Pengaruh Program Maulana Terhadap Profesionalisme Guru Dan Kemampuan Literasi Dasar Siswa https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/badaa/article/view/578 <p>Pengaruh Program Maulana Terhadap Profesionalisme Guru Dan Kemampuan Literasi Dasar Siswa</p> <p><br>Oleh<br>Lalu Awaludin Akbar<br>Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah<br>Email: Awaludinakbar1@gmail.com</p> <p><br>Abstrak<br>Penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan mengenai pengaruh program maulana terhadap profesionalisme guru dan kemampuan literasi dasar siswa pada madrasah sasaran program. Penelitian ini melibtkan guru-guru kelas 1, 2, dan 3 sebanyak 18 orang dan siswa kelas 1, 2, dan 3 yang berjumlah 303 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini mengungkapkan adanya perubahan profesionalisme guru menjadi lebih baik khususnya dalam pengelolaan pembelajaran sehingga terjadi perubahan level kemampuan literasi dasar siswa dari yang sebelumnya pada bulan Juli + 50,2% siswa berada pada kemampuan level pemula dan huruf turun menjadi 23,1% pada bulan November, siswa dengan kemampuan level kata dan kalimat pada bulan Juli + 34,3% meningkat menjadi + 43,5% pada bulan November, dan siswa dengan level kemampuan paragraf &amp; cerita + 15,5% pada bulan Juli meningkat menjadi 33,3% pada bulan November. Hasil penelitian ini juga mengungkapkan adanya perbedaan kemampuan literasi dasar antara siswa laki-laki dan perempuan.</p> <p>Kata Kunci: Program Maulana; Profesionalisme guru; Kemampuan Literasi Dasar</p> Awaludin Akbar Lalu Copyright (c) 2022 BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/badaa/article/view/578 Sun, 10 Apr 2022 00:00:00 +0000 Tantangan Implementasi Pendekatan TaRL (Teaching at the Right Level) dalam Literasi Dasar yang Inklusif di Madrasah Ibtida’iyah Lombok Timur https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/badaa/article/view/582 <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi pembelajaran dengan pendekatan TaRL di MI&nbsp; Lombok Timur, untuk mengetahui apa saja tantangan implementasi pendekatan TaRL di MI Lombok Timur dan untuk mengetahui apa saja alternatif solusi yang diterapkan madrasah untuk mengatasi tantangan dalam implementasi pendekatan TaRL di MI Lombok Timur.&nbsp;</p> <p>Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif yang menggunakan jenis penelitian observasi, wawancara, dokumentasi yang kemudian hasilnya dianalisis secara dekriptif.</p> <p>Hasil penelitian ini adalah 1). Implementasi pendekatan TaRL dalam literasi dasar di MI&nbsp; Lombok Timur yaitu siswa dibagi menjadi 3 kelompok atau level yang dimana siswa berasal dari kelas 1 sampai kelas 3 yaitu level pertama adalah bagi pemula dan huruf, level kedua yaitu kata dan kalimat dan yang terakhir level ketiga yaitu level pragraf dan cerita. Dalam pempelajaran literasi di Lombok Timur menggunakan pendekatan TaRL dan metode ADaBta. AdaBta merupakan akronim dari kata Amati, Dengar, Baca, Ceritakan. 2).Tantangan&nbsp; implementasi&nbsp; pendekatan TaRL dalam literasi dasar di MI Lombok Timur yaitu Kurang profesionalisme guru dalam melakukan assessment ditandai dengan adanya siswa yang ditempatkan pada level yang tidak tepat hal ini yang menyebabkan pembelajaran sesuai level tidak terlaksana dengan efektif. Ketika siswa yang berasal dari kelas III setelah dilakukan penilaian literasinya berada di level kata sehingga siswa tersebut berada di kelompok 2 sehingga siswa merasa diturunkan kelasnya, terdapat orang tua siswa tidak menerima pembelajaran literasi berdasarkan level kemampuan belajar siswa karena orang tua beranggapan bahwa anak tersebut terganggu psikologinya digabungkan dengan siswa yang berbeda (turun kelas). Guru tidak bisa mengontrol siswa pada level yang banyak siswanya seperti pada level pemula, ada beberapa guru yang kurang setuju jika literasi dilakukan setiap hari karena akan mengurangi jam pelajaran yang lainnya.</p> Syahratul Mubarokah Copyright (c) 2022 BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/badaa/article/view/582 Sun, 10 Apr 2022 00:00:00 +0000 Analisis Peningkatan Kemampuan Literasi Siswa Dengan Metode ADABTA Melalui Pendekatan TARL https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/badaa/article/view/580 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan literasi dengan menggunakan metode ADaBta (Amati, Dengar, Baca, dan Ceritakan) melalui pendekatan TaRL (<em>Teaching at the Right Level</em>) pada siswa kelas rendah 40 MI yang menjadi sasaran program maulana Lombok Timur. Penelitian ini diharapkan bisa memberikan kontribusi kepada pihak kampus sebagai mitra INOVASI dalam mengatasi masalah literasi di Nusa Tenggara Barat, khsususnya di Lombok Timur. Objek penelitian ini adalah semua siswa kelas rendah di 40 MI di 5 Kecamatan Lombok Timur yang menerapkan program literasi Maulana yaitu Kecamatan Selong, Suralaga, Sukamulia, Masbagik dan Labuhan Haji. Jumlah sampel penelitiannya 156 orang siswa yang mengalami kesulitan belajar, Siswa perempuan berjumlah 41 orang dan siswa laki-laki berjumlah 119 orang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen semu dengan desain <em>one group pretest – posttest design</em>. Teknik penelitian ini akan menggunakan tes dan nontes (Instrumen <em>Assesment</em> Literasi, Observasi, dan metode AdaBta serta pendekatan TaRL). Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 65 orang atau 42% tidak mengalami peningkatan level kemampuan membaca dan 91 orang atau 58% mengalami peningkatan level kemampuan membaca.</p> Siti Nurul Fitriani Copyright (c) 2022 BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/badaa/article/view/580 Sun, 10 Apr 2022 00:00:00 +0000