https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/fikroh/issue/feed Fikroh 2024-01-04T09:12:05+00:00 Fikroh jurnalfikroh4@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>Fikroh</strong> (<strong><span class="blockTitle">P-ISSN: <a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/20220811471517529" target="_blank" rel="noopener">1979-9608 </a></span></strong><strong><span class="blockTitle">e-ISSN: <a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/20220811471517529" target="_blank" rel="noopener">2961-7936</a></span></strong>), adalah<strong> Jurnal Studi Islam</strong> yang dikelola oleh LPPM IAI Hamzanwadi Pancor dengan versi cetak sejak tahun 2013 dan versi Online mulai terbit Pada Bulan Juni 2022. Jurnal ini fokus mengkaji dan mempublikasikan hasil baik artikel ilmiah maupun hasil penelitian seputar keislaman atau Studi-Studi Keislaman. Baik itu dari sisi teoritis, maupun praktis. Sebagai jurnal yang mencakup berbagai artikel dari kajian-kajian keislaman, seperti<strong> artikel keagamaan, artikel hasil kajian teks, artikel sosio-kultural, artikel ekonomi islam dan politik Islam</strong>. </p> <p>Untuk leih jelasnya dalam peneribitan di jurnal ini akan diatur kemudian dalam volume terbitan dengan tema lebih khusus lagi . Jurnal ini bertujuan untuk menampilkan dialektika isu-isu keislaman secara lebih komprehensif dan beragam. Semua tulisan yang ditampilkan dalam jurnal ini dianalisis dengan skema double-blind review process.</p> https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/fikroh/article/view/1138 Pemikiran Islam Rasional-Progresif Harun Nasution 2023-09-29T02:57:07+00:00 Rusni Bilmakruf makrufbil@gmail.com <p>Pada saat Islam berhadapan dengan abad modern, maka yang terlihat adalah kemunduran dan ketertinggalan ummat Islam dengan masyarakat Barat. Meliaht kondisi tersebut, maka dimulailah gerakan pembaharuan yang mencoba merespons arus perkembangan zaman dengan harapan ummat Islam maju dengan tetap berada pada nilai-nilai yang sudah dimutlakkan dalam Islam. di Indonesia muncul gerakan pembaharuan dengan berbagai coraknya, salah satunya adalah pemikiran rasional-progresif Harun Nasution yang hadir di lingkungan perguruan Tinggi Islam.</p> 2023-12-09T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Rusni Bilmakruf https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/fikroh/article/view/1141 Tafsir Gender Egaliterian Nurun Najwah 2023-12-02T04:10:08+00:00 Lestari pirenialisme@gmail.com <p>Islam melihat manusia secara keseluruhan sebagai mahluk yang paling sempurna diantara mahluk Tuhan yang lain. Islam membedakan manusia menajdi baik dan buruk terletak pada aspek perilaku dan ketakwaan. sehingga perbedaannya bukan pada aspek bentuk dan rupa. Pada saat Islam berbicara tentang laki-laki dan perempuan, Islam memakai istilah <em>al-musuwah</em> (persamaan). Tulisan ini mengkaji tentang pandangan tafsir gender Nurun Najwa yang mencoba menyuguhkan pandangan yang lebih egalitarian dalam menempatkan wanita dan laki-laki.</p> 2023-12-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Lestari https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/fikroh/article/view/1142 The Rise Of Hizbut Tahrir In Indonesia 2023-10-04T08:08:58+00:00 Syamsul Rijal Syamsulrijal78@gmail.com <p>This article deals with the emergence and development of Hizbut Tahrir in Indonesia. It argues that its emergence and rapid development cannot be isolated from global and local socio-political context. The global element was related to Islamic resurgence in the late 1970s which inspired the flowering of Islamic movements in the Muslim world. The local element was related to the repressive state toward the articulation of political Islam that made Muslim students find Islam as the outlet in the midst of their frustration toward the state. During the Soeharto era, HTI went underground and focused its energy on dakwah and cadre building. After the demise of Soeharto, however, HTI found its momentum to emerge in Indonesian public and has utilized the new democratic political sphere to advance its cause.</p> 2023-12-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Syamsul Rijal https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/fikroh/article/view/1140 Pesantren Dan Kematangan Jiwa Keagamaan 2023-10-04T08:06:01+00:00 Mastur Sonsaka mastur@iaihnwpancor.ac.id <p>Membicarakan eksistensi dan esensi pondok pesantren sebagai bagian dari proses kesejarahan bangsa Indonesia merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Sebagai institusi pendidikan keagamaan ia menjadi alat transformasi social bahkan pada titik tertentu pondok pesantren menjadi agen kebudayaan yang cukup kreatif dalam menformulasi dan mewarnai kebudayaan lokal dalam rangka memainkan perannya sebagai – meminjam istilah yang digunakan oleh Gus Dur – sub-kultur. Di Pondok Pesantren, tradisi keagamaan pada dasarnya merupakan pranata keagamaan yang sudah baku, dimana penghambaan dan penyerahan diri kepada Allah SWT, kesederhanaan, kejujuran, ketaatan pada Guru (Kyai) dan pengabdian seolah menjadi sikap yang tidak bisa dipisahkan dari Pondok Pesantren. Aktivitas keluarga besar pondok pesantren yang berorientasi pada pengharapan akan ridlo Allah SWT menjadikan mereka ikhlas dan ulet dalam menjalankannya. Tradisi keagamaan ini kemudian menjadi kerangka acuan dalam kehidupan dan perilaku masyarakat pesantren. Pembentukan tradisi keagamaan di pondok pesantren tentunya mengikuti proses dan isi kebudayaan seperti yang diungkapkan oleh Koentjaraningrat, yaitu bahasa, sistem teknologi, sistem ekonomi, organisasi sosial, sistem pengetahuan, religi dan kesenian. Dalam perspektif psikologi sosial, terbentuk dan terjaganya tradisi keagamaan di pondok pesantren karena adanya proses sosial yang terjadi dalam masyarakat pesantren, yakni proyeksi imitasi, internalisasi, sublimasi, interoyeksi, rasionalisasi dan adaptasi yang menjadi kecenderungan dalam diri manusia secara individual.</p> 2023-12-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Mastur Sonsaka https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/fikroh/article/view/1144 Revitalsasi Moral Dalam Pendidikan 2023-10-04T08:09:52+00:00 Dony Handriawan donyhandri12@gmail.com <p>فيها عدم ادخال نتاءج الأخلاق الإسلامية في كل عماليتها. عدة المشكلات التربوية</p> <p>Berbagai problem yang mendera dunia pendidikan saat ini tidak dapat dielakkan lagi adalah salah satu imbas dari terabaikannya aspek moral dalam praktek pendidikan yang berlangsung saat ini.</p> <p>Various problems plaguing the education sector today, suspected to be one consequence of eroding, even the loss of a spirit of true morality in education. No doubt, when it is no longer a moral foundation and a principal goal of education, then it is certainly going long tails on the emergence of bigger problems, not only will befall in education its self, but will spread to other dimensions, such as social and politics.</p> <p>Moral revitalization in education is the key word and long-term solutions. Moral education is not only to be one of the functions of education, but more than that morality should be the ultimate goal convening of an education. Because the intellect is not based on morality, has been ascertained only will produce successive generations of "disability", which is only going to ruin the social life of the nation. Corruptor is a concrete manifestation of the erosion of the morality of intellectual, our educational products. Than this paper attempts to unravel the true concept of moral education has been touted 11 centuries ago by a leader, named Ibn Maskuya.</p> 2023-12-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Dony Handriawan https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/fikroh/article/view/1147 Peran Kepala Desa Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Aparatur Desa Di Kantor Desa Lebah Sempaga Kecamatan Narmada 2023-10-04T08:10:31+00:00 Saipul Arip Watoni wathni90@gmail.com <p>Dalam peraturan perundang-undangan Desa UU No. 6 Tahun 2014 pasal 2, 3, dan 26 sudah di atur mengenai berbagai hal yang berkenaan dengan tupoksi kepala Desa yang memiliki hak penuh untuk mengelola dan menjalankan roda pemerintahan Desa yang di pimpinya jadi seharusnya semua pemerintahan desa mestinya harus senantiasa menjaga dan meningkatkan kedisiplinan agar pelayanan pemerintahan Desa itu bisa maksimal. <a href="#_ftn1" name="_ftnref1">[1]</a></p> <p>Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Kepala Desa terhadap peningkatan kedisiplinan aparatur desa di Kantor Desa Lebah Sempaga. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Data di kumpulkan dengan tekhnik wawancara dan dokumentasi kepada informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran Kepala Desa dalam meningkatkan&nbsp; kedisiplinan Aparatur Desa di Kantor Desa Lebah Sempaga&nbsp; sudah terlaksana dengan baik dalam meningkatkan kedisiplinan aparatur desa yang terlihat pada kinerja aparatur desa.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> 2023-12-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Saipul Arip Watoni https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/fikroh/article/view/1152 Paradigma Harmoni 2023-12-02T04:14:55+00:00 saepuddin Saeffiqri@gmail.com <p>The contemporary business landscape has witnessed a growing interest in Sharia business law, as it provides an ethical and faith-based framework for conducting economic activities. This literature review explores the concept of a "Harmony Paradigm" in the context of Sharia business law, aiming to bridge the gap between theory and practice in this field. The study begins by delving into the fundamental principles of Sharia law, emphasizing its ethical underpinnings and the significance of achieving harmony in business transactions. It then reviews the existing body of literature, encompassing both theoretical frameworks and practical applications of Sharia business law. Key aspects examined include contract formation, financial instruments, corporate governance, and dispute resolution within a Sharia-compliant framework. Furthermore, the research highlights the evolving nature of Sharia business law in response to contemporary challenges and the dynamic global business environment. It also considers the impact of technological advancements and globalization on the practice of Sharia business law. In conclusion, the Harmony Paradigm represents an innovative approach to Sharia business law, promoting ethical conduct, fairness, and social responsibility. This review contributes to a deeper understanding of the theoretical foundations and practical implications of Sharia business law, offering valuable insights for scholars, practitioners, and policymakers in the field of Islamic finance and business ethics.</p> 2023-12-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 saepuddin https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/fikroh/article/view/1164 Pola Campur Kode dan Perubahan Fonologis Tuturan Masyarakat Keturunan Arab Di Kampung Arab Ampenan 2023-12-02T04:17:33+00:00 Moh. Nasikin nasikin@uinmataram.ac.id Muhamad Arfan arfan240785@uinmataram.ac.id Irza Hidayatullah 200102054.mhs@uinmataram.ac.id <p>Penelitian ini berjudul: “Pola Campur Kode dan Perubahan Fonologis Tuturan Masyarakat Keturunan Arab di Kampung Arab Ampenan”. Penelitian merupakan jenis penelitian lapangan yang bersifat kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui proses observasi, rekaman suara, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pola-pola campur kode tuturan masyarakat keturunan Arab di kampung Arab Ampenan secara garis besar terbagi menjadi 3 pola yaitu: (1) pola campur kode bahasa Arab dengan bahasa Melayu jika penuturnya sesama keturunan Arab, (2) pola campur kode antara bahasa Arab dan bahasa Sasak jika penuturnya antara keturunan Arab dan Suku Sasak, dan (3) pola campur kode antara bahasa Arab, bahasa Sasak, dan bahasa Indonesia jika penuturnya antara keturunan Arab dan suku Sasak. Untu pola (1) dan (2) dikenal dengan istilah pola campur kode ke luar (<em>outer code mixing</em>) sedang pola (3) dikenal dengan pola campur kode campuran (<em>hybrid code mixing</em>). Penggunaan pola ini diterapkan jikalau sudah ada interaksi atau hubungan sosial yang terbangun cukup lama antara penutur yang satu dengan penutur lainnya. 2) Perubahan fonologis tuturan bahasa Arab di kampung Arab Ampenan pada sejumlah konsonan dan vokal dalam bahasa Arab klasik/standar modern sesuai dengan teori Crowley yaitu: dissimilasi, assimilasi, sinkope, netralisasi, apokop, dan epentesis.</p> 2023-12-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Moh. Nasikin, Muhamad Arfan, Irza Hidayatullah https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/fikroh/article/view/1137 Kematangan Emosi Anak Kelas 6 Sekolah Dasar Ditinjau Dari Persepsi Anak Terhadap Kedemokratisan Pola Asuh Ayah Dan Ibu 2023-09-29T02:49:29+00:00 Suhaili Suhaili78@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi anak terhadap kedemokratisan pola asuh ayah da n ibu dengan kematangan emosi anak kelas enam sekolah dasar. Subjek penelitian adalah siswa kelas enam SD di SDN 3 Bagek Papan, SDN 4 Apitaik,1 dan SDN&nbsp; 5 Apitaik Pringgabaya, Lombok Timur. Keseluruhan subjek yang terlibat berjumlah 132 anak (70 anak laki-laki dan 62 anak perempuan). Metode pengumpulan data yang dipakai adalah skala kematangan emosi anak, skala persepsi anak terhadap kedemokratisan pola asuh ayah, dan skala persepsi anak terhadap kedemokratisan pola asuh ibu. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis regresi.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat hubungan positif dan signifikan antara kematangan emosi anak dengan persepsi anak terhadap kedemokratisan pola asuh ayah, ditunjukkan dengan&nbsp; Rx1y =0,219, p = 0,012 dan sumbangan efek tif 4,1%, 2)&nbsp; terdapat hubungan positif dan sangat signifikan antara kematangan emosi anak dengan persepsi anak terhadap kedemokratisan pola asuh ibu, ditunjukkan dengan&nbsp; Rx2y=0,292, p= 0,001 dan sumbangan efektif 7,8%, 3) terdapat hubungan yang sangat sign ifikan antara kematangan emosi anak dengan persepsi anak terhadap kedemokratisan pola asuh ayah dan ibu, ditunjukkan dengan&nbsp; Rx1.2y= 0,295, p= 0,003 dan sumbangan efektif 11,9%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima.</p> 2023-12-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Suhaili https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/fikroh/article/view/1172 Pendidikan Multikultural Pesantren di Indonesia 2023-11-14T04:22:39+00:00 Erwin Padli erwinpadli@uinmataram.ac.id <p>Sejak berdirinya Indonesia sebagai negara dan bangsa yang berdaulat, sejak itu pula konsep tentang multikultural sudah mulai dibahas. Hal ini dikarenakan Indonesia merupakan bangsa yang terdiri dari “perbedaan-perbedaan”. Perbedaan tersebut tidak akan bertahan lama jika tidak ada wadah yang memberikan pemahaman terkait pentingnya perbedaan dalam kebersamaan. Salah satu wadah yang cukup penting dalam memberikan pemahaman adalah sebuah institusi Pendidikan. Pesantren sebagai institusi Pendidikan terlama di Indonesia hadir dalam rangka memberikan pemahaman keagamaan dan pentingnya kebersamaan dalam perbedaan atau multikulturalisme. Pesantren telah memberikan urgensi Pendidikan multikulturalisme melalui banyak hal, mulai dari proses Pendidikan sampai kepada proses interaksi. Oleh karena itu, tidak mengherankan mengapa kemudian pesantren dianggap sebagai wadah signifikan dalam pendidikan multicultural dan perdamaian Indonesia. Paling tidak terdapat beberapa hal yang menyebabkan itu terjadi, seperti; pesantren melakukan akulturasi budaya bukan asimilasi, mengakui perbedaan, moderat, dan multi disiplin ilmu dan terpadu.</p> 2023-12-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Erwin Padli https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/fikroh/article/view/1169 UU No. 16 Tahun 2001 tentang Yayasan; Telaah Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Terkait Eksistensi Madrasah Swasta dan Yayasan 2023-12-02T04:54:05+00:00 Erlan Muliadi erlanmuliadi@uinmataram.ac.id Ulyan Nasri ulyannasri@iaihnw-lotim.ac.id <p>This research investigates the impact of Law No. 16 of 2001 on foundations in the context of primary and secondary education, particularly its influence on private madrasahs in Indonesia. The law establishes the legal framework for foundations, which play a pivotal role in shaping the country's education system. Employing a library research approach, this study gathers, analyzes, and synthesizes data from diverse literature sources, legal regulations, and prior research. The study underscores several critical aspects. First, it delves into the legal framework provided by Law No. 16 of 2001 for foundation establishment and operation, which is vital as many private madrasahs and educational institutions operate under the aegis of foundations. This framework encompasses prerequisites for founding, organizational structure, financial management, and governance. Second, it examines the impact of the law on private madrasahs' existence, funding, and oversight, addressing whether it has catalyzed their growth or posed unique challenges to them. Third, the research explores the contributions of foundations not only to private madrasahs but also to various primary and secondary educational institutions, focusing on their role in enhancing educational access and quality. Lastly, it identifies the obstacles and challenges faced by foundations and private madrasahs in implementing Law No. 16 of 2001, including financial issues, educator qualifications, and oversight. This research promises to provide a comprehensive understanding of Law No. 16 of 2001's role in the context of primary and secondary education in Indonesia, serving as a foundation for policy enhancements.</p> 2023-12-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Erlan Muliadi , Ulyan Nasri https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/fikroh/article/view/1168 Tradisi Kalondo Wei Dalam Kacamata Budaya Dan Agama Pada Masyarakat Ntonggu Bima 2023-10-22T09:51:26+00:00 Junaidin junaidinmuhaimin@gmail.com Samrin samrinmbojo88@gmail.com Turaya rjuli286@gmail.com <p>Penelitian yang&nbsp; saya angkat yaitu Eksitensi Tradisi <em>Kalondo</em> <em>Wei</em> Pada Masyarakat Bima Di Era Digital 5.0 Tahun 2022. saya mengangkat judul ini karna adanya beberapa hal yang kami anggap perlu untuk dibahas dan diteliti terkhusus tradisi <em>Kalondo Wei</em> yang masih melekat pada masyarakat desa ntonggu kecamatan palibelo kabupaten bima sampai dengan sekarang ini. Namun dari lekatnya tradisi ini bagaimana tanggapan masyarakat akan eksitensi tradisi <em>Kalondo Wei</em> ini, apakah berkembangnya zaman adakah perubahan yang terjadi dari cara-cara pada tradisi yang menjadi warisan nenek moyang sejak zaman kesultanan Bima. Peneliti dalam melakukan pengumpulan data selain melakukan wawancara pada narasumber seperti pada tokoh masyarakat, tokoh Agama, Kepala Desa juga para pemuda di desa Ntonggu Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima, peneliti juga menelusuri beberapa tulisan dari para jurnalis Bima. Penelitian yang dikakukan menggunakan metode penilitian kualitatif, dalam pembahasan ini menunjukan akan kelestarian yang dilakukan masyarakat ntonggu guna menjaga dan melestarikan budaya yang sudah diwariskan oleh para leluruh Kesultanan Bima, apalagi dalam kehidupan sosial untuk saling membantu satu sama lain lebih-lebih pada acara <em>Kalondo Wei</em> yang bermaksud untuk mengabarkan akan kebahagian yang dirasakan oleh pihak calon pengantin agar masyarakat sekitarpun ikut merasakan kebahagian tersebut.</p> 2023-12-12T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Junaidin, Samrin, Turaya https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/fikroh/article/view/1196 Komunikasi Dan Penyiaran Islam Dalam Pendekatan Budaya 2023-11-14T03:46:21+00:00 Muhibin muhibingunungsari@gmail.com <p>Terdapat anggapan bahwa globalisasi mengancam dan dapat merusak tatanan kehidupan heterogenitas budaya lokal dengan mengabaikan keragaman dan kearifan lokal untuk menuju pada universalitas. Dalam faktanya memang globalisasi membawa pengaruh pada perubahan dalam diri masyarakat dan lingkungan hidupnya serentak dengan laju perkembangan dunia, sehingga terjadi pula dinamika masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk dan faktor-faktor yang terlibat komunikasi dan penyiaran Islam dalam pendekatan budaya dalam tradisi Maulid Adat di Masyarakat Desa Sesait Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara.</p> <p>Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan beberapa alasan, yaitu karena bersifat lebih adaptif ketika berhadapan dengan realitas ganda, metode ini secara langsung mewakili sifat hubungan peneliti-responden. Metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui tahapan reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan digunakan untuk menentukan validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi Maulid Adat Desa Sesait melalui empat tahapan (hari pertama, melakukan berbagai persiapan, hari kedua, Ritual Merembun dan Memajang ke Kampu Sesait, hari ketiga, Memindahkan Gong Dua ke Berugak, dan hari Ke-empat Bisok Menik (cuci beras). Selanjutnya dirangkai dalam bentuk kegiatan inti yaitu Ritual Maulid Adat dimulai dari Kampu, Memajang Simbol Persamaan Dan Kesetaraan Ummat Manusia, Semetian Meriahkan Maulid Adat, Ritual Bisok Menik, Bisok Menik Sebagai Napak Tilas Sejarah, Ritual Penyembelihan Hewan Kurban, dan Puncak Ritual Maulid Adat. Adapun Faktor-faktor yang terlibat dalam Komunikasi dan Penyiaran Islam dalam Pendekatan Budaya (Analisis Pesan Dakwah dalam Tradisi Maulid Adat di Masyarakat Desa Sesait Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara) yaitu para sesepuh Adat, Pemusungan (Pemerintahan Desa), dan Pemerintah Kabupaten.</p> 2023-12-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Muhibin https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/fikroh/article/view/1335 The Qur’an In Text, Koteks, Context And Historical Contextual 2024-01-04T09:12:05+00:00 Muaidi muaididaster@gmail.com Jumain Azizi jumainazizi99gmail@gmail.com <p>Judul artikel ini terinsfirasi dari judul buku T<em>he Qur’an In Context (Historical And Literary Investigation Into The Qur’an Milieu </em>eds. oleh Angelika Neuwirth, Nicola Siani dan Michael Marx, sebuah buku yang mengkaji tentang studi al- Qur’an dari sisi sejarah dan sastra dalam al-Qur’an diterbitkan oleh Brill Leiden Boston tahun 2010 terdiri dari 2 part. Setiap part ada yang terdiri dari 12 dan 15 sub part dengan 837 halaman.</p> 2024-01-09T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 Muaidi, Jumain Azizi