Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tadib <p>Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial ( P-ISSN: 2088-6462 ) ( E-ISSN: 2686-0228 ) adalah jurnal ilmiah yang terbit dua kali setahun. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah IAIH NW Pancor sejak 2010. Dimaksudkan sebagai ruang pemikiran kritis dan terbuka bagi semua kalangan (agamawan, pendidik, aktivis, dan mahasiswa) dengan studi tentang pemikiran dan implementasi pendidikan sebagai lingkup kajian. semua tulisan yang di tampilkan dalam jurnal ini di review dengan skema double-blind review process</p> en-US jurnaltadib64@gmail.com (Ta'dib) masjudinfaras@gmail.com (Masjudin) Sat, 15 Jan 2022 01:45:28 +0000 OJS 3.2.1.0 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 1-12 Eksistensi Seni Kaligrafi Dalam Pendidikan Islam https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tadib/article/view/536 <p><em>Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana eksistensi seni kaligrafi dalam pendidikan islam. Tujuan dari pendidikan islam ialah terbentuknya peserta didik yang berkepribadian islami sesuai dengan syariat Islam serta memegang teguh tauhid. Dalam penyampaian pembelajaran tentu diperlukan metode yang beragam dan menyenangkan sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan baik, mencapai tujuan pendidikan serta peserta didik paham dan tertarik&nbsp; untuk mengikuti pembelajaran. Pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam, salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan adalah dengan pemanfaatan seni kaligrafi. Hasil penelitian ini dapat dimengerti bahwa eksistensi seni kaligrafi bagi pendidikan islam dipandang sebagai sebuah media yang dapat digunakan untuk menyampaikan nilai-nilai pendidikan Islam dengan indah. Dimana nilai-nilai tersebut diantaranya nilai pendidikan aqidah (nilai cinta terhadap Al-Qur'an), nilai pendidikan ubudiyah/ibadah, nilai pendidikan akhlak (perilaku kerja keras, kesabaran, dan&nbsp; optimisme). </em></p> <p><em>The purpose of this study is to find out how the existence of calligraphy in Islamic education is. The purpose of Islamic education is the formation of students who have an Islamic personality in accordance with Islamic law and hold fast to monotheism. In the delivery of learning, of course, various and fun methods are needed so that learning can run well, achieve educational goals and students understand and are interested in participating in learning. In learning Islamic Religious Education, one of the learning methods that can be used is the use of calligraphy. The results of this study can be understood that the existence of the art of calligraphy for Islamic education is seen as a medium that can be used to convey the values ​​of Islamic education beautifully. Where these values ​​include the value of aqidah education (the value of love for the Qur'an), the value of ubudiyah/worship education, the value of moral education (hard work behavior, patience, and optimism).</em></p> Alinda Syarofah, Yazida Ichsan, Hening Kusumaningrum, Muhammad Rizky Nur Risam Copyright (c) 2022 Alinda Syarofah, Yazida Ichsan, Hening Kusumaningrum, Muhammad Rizky Nur Risam http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tadib/article/view/536 Sat, 15 Jan 2022 00:00:00 +0000 76-90 Strategi Meningkatkan Motivasi Tahfidz Al-Qur’an Pada Pondok Pesantren https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tadib/article/view/542 <p><em>Sejarah pendidikian Islam di Indonesia sudah berjalan demikian panjang yang bahkan pendidikan Islam sudah ada sebelum Indonesia merdeka, perjuangan panjang untuk meneruskan syiar keislaman tidak pernah putus sampai dengan saat ini, hal ini dapat dibuktikan dengan berkembangnya pondok pesantren wabil khusus menjamurnya pondok tahfiz Al-Qur’an.</em></p> <p><em>Pondok tahfidz memiliki peminat yang tidak sedikit karena tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mempelajari dan menghafal Al-Qur’an agar tidak terjerumus kepada pergaulan langsung dengan masyarakat yang kurang mengindahkan agama maupun dengan pengaruh teknologi yang semakin merajai dunia yang dapat menjadi candu bagi anak dalam pemanfaatannya.</em></p> <p><em>Keberadaan pondok tahfidz Al-Qur’an sangat penting sebagai langkah untuk membumikan Al-Qur’an serta memperkokoh nilai-nilai keberagamaan yang mampu mengantarkan generasi muda Indonesia berakhlak mulia, berbudi pekerti yang luhur dan toleran terhadap perbedaan baik menyangkut sikap, peradaban, suku, ras dan lain sebagainya. Untuk mencapai itu semua diperlukan langkah atau strategi yang dapat meningkatkan motivasi dan gairan belajar dan menghapal Al-Qur’an.</em></p> Azhari Fathurrohman Copyright (c) 2022 Azhari Fathurrohman http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tadib/article/view/542 Sat, 15 Jan 2022 00:00:00 +0000 43-59 Fenomena Pluralisme Agama Dan Budaya Di Indonesia Sebagai Wujud Implementasi Pancasila Sila Ke 3 https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tadib/article/view/539 <p><em>&nbsp;</em></p> <p><em>In our country Indonesia there is a state ideology, one of which is the unity of Indonesia which is in the 3rd precept, here we have the right to choose and determine freedom of religion, in Indonesia there are 6 recognized religions namely Islam, Christianity, Hinduism, Buddhism, Catholicism, Konghuchu. In addition, in Indonesia there are thousands of islands and certainly have various cultures and traditions that become typical cirri of the area Differences in religious diversity on the one hand cause divisions among people. This difference on the one hand causes divisions between peoples and people who can trigger national dicentration, in Islamic teachings we are taught mutual tolerance for all aspects, especially to religious people. Tolerance is shown to one of Allah's messengers, the Prophet Muhammad (peace be upon him), with his love and patience for his people the Apostle is able to spread islam in a peaceful way without disturbing the belief of islam in a peaceful way without disturbing the beliefs of others. Indonesia with its plurality has major challenges, especially in religious differences, because Indonesia tends to be vulnerable to the division of religious people that should be able to support the sovereignty of the nation and state.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><em>Di negara kita Indonesia terdapat ideologi negara yang salah satunya adalah persatuan indonesia yang berada di sila ke 3, disini kita berhak memilih dan menentukan kebebasan beragama, di Indonesia terdapat 6 agama yang diakui yaitu islam, kristen, hindu, budha, katholik, konghuchu. Selain itu di Indonesia terdapat ribuan pulau dan pastinya memiliki macam-macam kebudayaan dan tradisi yang menjadi cirri khas dari daerah tersebut Perbedaan keberagaman agama disatu sisi menyebabkan perpecahan antar kalangan umat bergama. Perbedaan ini disatu sisi menyebabkan perpecahan antar kalangan masyarakat dan umat bergama yang dapat memicu disentrigasi nasional, didalam ajaran islam kita diajarkan saling toleransi untuk segala aspek terlebih lagi kepada umat beragama. Sikap toleransi di tunjukan kepada salah satu utusan Allah SWT yaitu nabi Muhammad SAW, dengan rasa cintanya dan sabarnya kepada umatnya Rasullulah mampu untuk menyebarkan agama Islam dengan cara damai tanpa mengganggu kepercayaan agam lain. Indonesia dengan kemajemukannya memliki tantangan besar terutama dalam perbedaan agama, karena Indonesia cenderung rentan dengan perpecahan umat beragama yang seharusya perbedaan itu dapat menompang kedaulatan bangsa dan negara.</em></p> Khomarudin Gilang Ramadhan, Naurah Tania Putri , Erwin Kusumastuti Copyright (c) 2022 Khomarudin Gilang Ramadhan, Naurah Tania Putri , Erwin Kusumastuti http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tadib/article/view/539 Sat, 15 Jan 2022 00:00:00 +0000 13-24 Nilai-Nilai Etika, Akhlak dan Moral Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tadib/article/view/537 <p><em>Pancasila isebagai ipokok ifundamental idijadikan ilandasan idalam ikehidupan iberbangsa idan ibernegara. iKeterkaitan isistem ietika idengan inilai-nilai ipancasila iakan imembentuk ikarakter imasyarakat iyang ibermoral iterutama idalam imenghadapai ipermasalahan isosial. iPancasila idan ietika iyang isaling iberkaitan imembantu itatanan ihidup imasyarakat imenjadi ilebih itertib. iPancasila imengajak imasyarakat iuntuk ihidup isesuai idengan iaturan. iEtika i,moral idan iakhlak idigunakan imasyarakat isebagai ipondasi iuntuk ibertingkah ilaku iyang ibaik iagar itidak imelanggar iaturan iaturan ihidup iyang isudah iditetapkan ikepada imasyarakat. iDengan imenggunakan imetode ipenelitian ikualitatif imengumpulkan isumber iberdasarkan ibuku ibacaan imampu imenunjukkan ihasil idari ipenelitian iini ibahwa inilai ipancasila idalam ietika imoral idan iakhlak imampu imemberikan iikatan ipersatuan idalam ikehidupan iberbangsa idan ibernegara. iDengan iadanya ihal itersebut iakan imembawa ikehidupan imasyarakat ikearah iyang ilebih ibaik ilagi i</em></p> <p><em>Alasan idilaksanakannya ipenulisan ijurnal iini iadalah iuntuk imenganalisis iimplementasi ietika, imoral idan iakhlak idalam ikehidupan iberbangsa idan ibernegara ikarena ibanyaknya imoral ianak ibangsa iyang imulai ihilang iseiring iberkembangnya ijaman.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> Amanda Vencly Vaniai, Sayekti Putri Dayati, Erwin Kusumastuti Copyright (c) 2022 Amanda Vencly Vaniai, Sayekti Putri Dayati, Erwin Kusumastuti http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tadib/article/view/537 Sat, 15 Jan 2022 00:00:00 +0000 59-75 Moderasi Islam Sebagai Pintu Demokrasi Keberagamaan di Indonesia https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tadib/article/view/541 <p><em>Tulisan ini berusaha menjelaskan hubungan antara Islam dan demokrasi yang pada akhirnya membentuk simpul konsep moderasi Islam. Pintu dalam menerima sistem demokrasi yang dianut oleh bangsa Indoensia mengasumsikan sudah diaplikasikan oleh para ulama ahlusunnah wal jamaah seperti para wali songo, ulama besar di Nusantara dan organisasi-organisasi islam besar di Indoensia sampai saat ini. Penulis menggunakan pendekatan historis fenomenologis untuk melihat konsep moderasi Islam (Islam wasathiyah) sebagai pintu masuk membangun kehidupan berdemokrasi di Indonesia, khususnya membagun sikap toleransi beragama di Indonesia.</em></p> Muhamad Marzuki Copyright (c) 2022 Muhamad Marzuki http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tadib/article/view/541 Sat, 15 Jan 2022 00:00:00 +0000 25-42 Mengembangkan Penggunaan Media Pembelajaran Audio Visual Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tadib/article/view/538 <p><em>Pendidikan</em><em> merupakan kunci dan tolak ukur kemajuan suatu bangsa. Semakin maju tingkat pendidikan suatu bangsa, semakin maju pula tingkat kesejahteraannya. Sebaliknya negara yang tingkat pendidikannya rendah dan terbelakang maka dapat dipastikan tingkat pendapatan dan keseja</em><em>h</em><em>teraannya tidak terpenuhi, bahkan cendrung miskin. Pe</em><em>n</em><em>di</em><em>di</em><em>kan sebagaimana diamanatkan oleh undang</em><em>-</em><em>undang </em><em>R</em><em>epublik </em><em>I</em><em>ndonesia nomor 20 tahun 2003, pasal 3 menjelaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada </em><em>T</em><em>uhan </em><em>Y</em><em>ang </em><em>M</em><em>aha </em><em>E</em><em>sa, berakhlak mulia</em><em>,</em><em> sehat, cakap, kreatif, serta bertangguang jawab. </em></p> <p><em>Untuk mencapai hal tersebut tidaklah mudah tetapi membutuhksn waktu, pemikiran, kreasi dan inovasi yang terus berkembang oleh para pelaku pendidikan terlebih seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberi pengaruh besar terhadap dunia pendidikan, terutama para pendidik disekolah dalam prosess belajar mengajar dituntut untuk selalu mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi bagi tercapainya tujuan pendidikan dan salah satu diantarannya dalam pemilihan dan penggunaan metode dan media serta menciptkan suasana belajar yang menyenangka,n dan mampu memotivasi belajar siswa, yang pada gilirannya terbangun interaksi yang positif antara guru dan peserta didik. Apabila hal tersebut dapat di wujudkan maka tujuan pendidikan sebagaimana diamanatkan undang undang akan dapat tercapai sesuai yang diharapkan.</em></p> H. Sujono AR Copyright (c) 2022 H. Sujono AR http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tadib/article/view/538 Sat, 15 Jan 2022 00:00:00 +0000